harga home
harga jump
Sudahkah Anda daftarkan blog Anda ke Blog Directory?
All Harga Last Updated on:

Anak Presiden yang Memilih Bisnis


Alyssa Qotrunnada Munawaroh; Anak Presiden yang Memilih Bisnis

Di saat keluarganya ramai-ramai terjun ke dunia politik, Alyssa justru tidak bergeming di dunia bisnis. Bisnis franchise saat ini ternyata banyak digandrungi anak pejabat atau mantan pejabat. Alyssa Qotrunnada Munawaroh contohnya. Putri pertama mantan presiden Abdurrahman Wahid ternyata menggeluti bisnis franchise dengan membeli harga hak waralaba English First dan Tumble Tots.

Ceritanya kurang lebih begini; Alyssa yang penyuka bacaan ini mendapatkan sebuah buku yang ditulis oleh tokoh motivator dunia Robert T. Kiyosaki yang berjudul ‘Rich Dad Poor Dad’. Buku itu cukup memberinya inspirasi untuk berbisnis. Kebetulan juga, Alyssa memiliki sikap ingin independent dan sangat fleksibel dalam hidupnya. Diapun tidak merasa mentang-mentang anak pejabat tidak ingin menunjukkan sebuah prestasi. Dia justru ingin memiliki income sendiri sehingga tidak merasa terbatasi. Buku tersebut menginspirasinya untuk mencoba berbisnis.

Awalnya, Alyssa pernah mencoba men-set up bisnis sendiri. Dia mulai dengan dengan membuat brand, menentukan pasar, harga dan membuat aturan main untuk karyawannya. Ternyata, di bisnis itu dia merasakan ada kesulitan sehingga dia tidak beruntung dengan bisnisnya itu. Alyssa mengaku berat untuk membangun system bisnisnya itu sendiri dari nol.

Alyssa kemudian beralih pandang ke bisnis franchise. Pertimbangannya sederhana, bisnis franchise sudah memiliki brand dan peng-harga-an yang kuat, memiliki system dan standar operasional yang baku. Setidaknya, dengan bisnis franchise, semuanya bisa tinggal jalan. ”Awalnya sih saya memang punya bisnis sendiri (tidak franchise), ternyata merasakan berat banget membangun, membangun system, membangun brand, maka kemudian saya pilih franchise untuk bisnis lain saya, karena bisnis franchise itu, brand-nya sudah terbangun, dan pertama yang utamanya juga produknya sudah jelas, kita tinggal menjalankan,”katanya.

Alyssa mengaku mengenal system franchising dari berbagai buku. Dia kemudian merasa cocok dengan system franchise. Akhirnya dia membeli tumble tots yang dioperasikan di Jogja dan EF di magelang.

Sebenarnya, Alyssa juga memiliki bisnis yang lain, yakni Day care, bisnis yang menawarkan jasa penitipan anak. Alyssa terjun langsung pada semua bisnisnya itu. ”Saya mengurus usaha-usaha tersebut, saya juga ada beberapa usaha, seperti Day Care, tempat penitipan anak di Jogja, Tomble Tots di Jogja dan EF di magelang,”katanya.

Ternyata, Alyssa juga berbisnis di financial investment. Meski mengaku masih amatiran, di bisnis yang salah satunya menggarap investasi di reksadana ini dia ingin menunjukkan kemampuannya. Di bisnis ini, dia mengelola uang beberapa yayasan untuk dikembangkan.

Alyssa memang anak gusdur yang berbeda memilih jalan dari keluarganya. Ketika semua keluarganya, termasuk ayahnya terjun total di dunia politik, dia malah mengambil jalur yang paling berbeda. Adiknya, Yenny Wahid mengikuti jejak ayahnya menjadi politisi.
Menurutnya, dari keluarganya harus ada yang mikirin dapur keluarga, Alyssa menganggap, bisnis sangat ber-harga dan bisa menjadi backbone keluarganya. ”harus ada yang mikirin dapur. Kebetulan bapak itu orangnya sangat demokratis, dari awal itu kita diberi kebebasan untuk memilih jalan yang akan kita tempuh mau berbuat apa. Saya melihat kalau bapak itu kan incomenya dari buku dari menjadi pembicara-pembicara tidak pasti, sampai sekarang juga tidak pasti,”katanya.

Masa sih Alyssa? Dia mengaku, pensiunan sebagai RI 1 memang ada, tetapi tidak ada yang pasti, kecuali income sang ayah dari berbagai seminar dan dari buku yang ditulis ayahnya. ”Nah, dari situ saya melihat bahwa financial security itu penting, ngobrol-ngobrol sama bapak, ya bapak sih silahkan itu semua terserah kamu, pikirkan baik-baik, kamu siap tidak dengan segala konsekuensinya. Kalau bapak selalu begitu. Nah itu yang membuat saya senang, kita tidak dibebani oleh pikiran ini tidak boleh, itu tidak boleh, atau harus begini dan begitu,” katanya.
Sarjana psikologis UGM ini sebelumnya adalah pegiat di LSM. Namun setelah menikah, dia ingin mendapatkan penghasilan yang cukup. ***

------------------------------------------------
source: Majalah Franchise

==============================================================

One of the Secret for Your Internet Home Business

An Internet home business opportunity is a great way to earn extra money, or start a full-time business if you wish and it is where you can find financial freedom. The best Internet home business opportunity is no longer a single opportunity but for many online entrepreneurs it now means the best combination of several leading online opportunities all running at the same time. However, if one is under the impression that an internet home business opportunity is free money, and there is no need to work, you are seriously mistaken.

Price and value are not equivalent; if entrepreneurs pay what the Internet home business opportunity is worth, they have not appropriated any value for themselves. And the best way to make money with an Internet home business opportunity is by becoming an affiliate marketer. The easiest and the fastest way to start home based internet business is to write a blog. Blogs are frequently updated web pages on which authors post articles about news items, interesting websites, and their thoughts and just about anything that interests the author. A blog is a low cost tool that permits you to add, remove, and update online content without knowing anything about web programming.

The basic idea is to write posts about certain topic that will attract visitors, keep their attention and motivate them to click at the targeted ads. These are typing jobs that are posted on the internet. And the easy of home based business is one that pays you with residual income when you are not even working. Nothing will happen unless you start out with the right attitude, approach and understanding that the internet is not a source of instant easy money nor is it a place that you can generate internet income without having to do any work. Home business is not easy without the proper tools, resources and understanding its concepts.

The latest home business idea is to find a product or service and sell it on the Internet to the millions of people who will ultimately is in your market. There are thousands of extra online income ideas. The best Internet business Ideas are innovative, creative, and unique. However, if you don't know where to start there are a lot of internet resources that can help you generate ideas or test the ones you have. Remember that the easiest way to learn is to see what successful people did, but do not copy paste someone else's ideas, at least make some changes.
For more information about Home Business, make sure you follow the link in the recourse box below now. ***

---------------------------------------------------------
by Tsuyoshi E. Suzuki
Tsuyoshi E. Suzuki is an Expert Internet Network Marketer. Learn How To Build Up 1,000+ Downline. Generate Your Own MLM Mailing List for FREE! Never Buy MLM Lead!! Discover The Dirty Truth about MLM Marketing that You Don't Know. Get FREE Report Now! Go to ==> http://www.HappyMLM.com


Read More...... [+/-]

Hati-Hati Dengan Franchise Instan


Hati-Hati Dengan Franchise Instan
Maraknya bisnis Franchise (waralaba) sebagai salah satu model pengembangan usaha pada akhir-akhir ini semakin menjamur. Mulai dari perusahaan yang skala kecil, UKM, hingga perusahaan skala internasional. Bahkan ada beberapa perusahaan yang baru punya satu outlet sudah ikut-ikutan di menfranchisekan. Hal ini tentunya karena semakin terbukanya wawasan mereka (pelaku usaha) tentang konsep bisnis Franchise.

Hadirnya model pengembangan usaha dengan sistem Franchise ini memang memberikan kemudahan tersendiri bagi calon pelaku usaha dimana mereka tidak perlu memulai usaha dari nol karena sistem manajemen, marketing dan semua konsep secara teknis sekalipun dipandu oleh Franchisor sebagai pemberi lisensi dan pemilik merek usaha. Itulah harga benefit dari Franchisee (pembeli bisnis Franchise) yang ditawarkan oleh para Franchisor (pemiliki bisnis Franchise).

Bagi pelaku bisnis, sistem Franchise juga memberikan harga keuntungan tersendiri, karena sistem ini manjur untuk ekspansi bisnis. Dari fenomena tersebut, akhirnya banyak para pelaku usaha yang mengembangkan usahanya dengan sistem Franchise karena bisa meledakkan usahanya secara cepat.

Hal yang perlu diperhatikan adalah bahwa bisnis adalah kepercayaan, maka seorang Franchisor harus bisa menjaga kepercayaan dari Franchisee, begitu juga sebaliknya. Memang tidak mudah untuk bisa mengembangkan usaha dengan sistem Franchise, karena sebelum suatu usaha dikembangkan dengan Franchise, sistem harus terbentuk terlebih dahulu dimana ada prototype outlet yang reasonable, analisa keuangan yang real dan sasaran pasar yang jelas. Sehingga dengan demikian harusnya tidak ada istilah ‘Franchise Instan’ karena bagaimana pun semuanya perlu waktu dan ada tahap-tahapnya. Walaupun mungkin secara legalitas usaha tersebut baru dijalankan tetapi secara realitas di lapangan bisa jadi usaha tersebut sudah lama dioperasikan. Dan selama memenuhi ketentuan dan usaha tersebut memiliki prospek yang menjanjikan, kenapa tidak !!!***

-------------------------------------------------------
kiriman: Wulan Prasetio, Jaktim
source: Majalah Franchise


==============================================

5 Things To Consider When Publishing A Newsletter

Providing a newsletter for your opt-in list subscribers provides many benefits in terms of driving traffic into your site as well as boosting the sales and profits of your site and company. This is a marketing ploy that will not hugely dent your marketing budget and will not also require many man-hours in developing this project. With a newsletter, you can inform the public about your company and products as well as services. You can keep them posted and updated about what's going-on with your company as well as many of your promotions and offerings. With these, you keep on reminding your subscribers that you are still here and is willing to offer them good deals and services.

Newsletters also allow you to impress your subscribers. It can show your expertise and knowledge about the topic at hand and the many benefits you can offer them. When you impress people, they will become potential customers and another great thing is that they can recommend you to their friends, colleagues and family. All of them could very well be customers in the future. If you do not have a newsletter or publishing one for your site, then you may have to consider about researching and be well informed on how to publish one. It is not as easy as it seems but if and when you get the right idea and process, it will be smooth sailing from there on. Try to take the time to learn what you need to learn and get that newsletter ready and good to attract subscribers to your newsletter as well as traffic to your site.

In the next few paragraphs, I will provide you with some things to reflect on when you decide to start your own newsletter for your site. Here are five things to consider when publishing a newsletter.

1) Make sure that the content of your newsletter pertains to and closely associated with your business or the theme of your site. Do not dwell too far on what could be regarded as your field of expertise. You have started a site and your theme for your site will always be something you are knowledgeable about. For example; if you have a site that sells auto car parts, your newsletter must contain articles or content like photos that pertain to cars, auto parts and such. You may also include content about your company and your staff.

Remember that visitors of a certain site are there because they are interested in what the site has to offer. If they sign up for an opt-in list or for a newsletter this means that they want to be updated for that certain theme or subject. Be sure that when you publish your newsletter you are providing for the need of the subscriber as well as their interests.

2) Ensure that you have well written, information riddled and content rich articles. You articles will be the body of your newsletter and that they should be able to excite your readers as well as provide information. Articles should be well written and checked for errors such as spelling and grammatical errors for it to look professional and believable. The trust of your client to you and newsletter is at stake here.

3) Fact-check your articles. Make sure that you provide true facts and figures so that your reputation as an expert and knowledgeable in that field is not questioned. If you lose the trust of your subscribers these may persuade them to unsubscribe to your newsletter. You will lose many potential sales this way.

4) Provide fresh and new articles that can provide new information to your subscribers. If you publish stale and old news in your newsletter, there is a tendency that people or your subscribers already have read and known about them. This will lose their interest in your newsletter and they wont get to read what is most important, your ads. They may not open or read any of your succeeding newsletters losing your intention in writing and publishing newsletters, to get them to visit your site and make a purchase.

5) Never use copyrighted materials such as photos and articles. This is outright plagiarism, you may get into a lot of trouble for this. You can lose your business and get sued over copyright infringement. If you do not have the time to write your own articles, there are many willing and able professional article writers that can do it for you for a reasonable fee. All your investment in writing and publishing articles will be well worth it when you see your list build up and your traffic increasing.***

-------------------------------------------------------
by Gaetane Ross
Gaetane has thoroughly researched the Internet to locate the best High Income Business Opportunities that will enable you to start making money from your own home.
http://GiveAwayEventListBuilding.com
http://4instant-online-business.com


Read More...... [+/-]

Dari Ide Berbuah Kesuksesan


Dari Ide Berbuah Kesuksesan
Sejatinya membuka suatu usaha, selain harus memiliki keterampilan dan pengalaman berharga, tentunya juga diperlukan modal yang tidak sedikit, apalagi bila usaha yang ingin dijalankan itu adalah usaha yang berkelas alias ternama dan berharga tinggi. Namun semua rumus itu tidak berlaku bagi Hendra H Japar, pasalnya pria kelahiran Banyuasin, Sumatera Selatan 27 Januari 1975 ini hanya bermodalkan ide dan keberanian saja untuk bisa membuka sebuah usaha dan terbukti bisa sukses dan memiliki harga jual. Bagaimana ceritanya?

Setelah pensiun menjadi lurah, anak kedelapan dari 17 bersaudara ini sempat bingung ingin usaha apa, beberapa usaha kecil-kecilpun sempat ia lakonin untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarganya. “Maklum, uang pensiunan dari lurah tidak seberapa tidak sebanding dengan harga barang saat ini,”ujarnya.

Setelah pensiun, saya sempat membuka usaha kecil-kecilan. Saya pernah jual pempek, kain, dll.” Terangnya kendati demikian, semangatnya untuk memiliki usaha yang lebih besar terus membara. Semua surat kabar dan informasi yang terkait dengan peluang usaha dia lahap untuk dibaca meskipun tempat tinggalnya berada di Tebing Wulung, sebuah desa terpencil 32 km dari kota Palembang. Sampai akhirnya matanya tertahan ketika membaca salah satu bisnis waralaba bimbingan belajar asal Palembang. ”Waktu itu saya sedang mencari-cari informasi usaha waralaba di surat kabar lokal. Ketika saya membaca konsep yang ditawarkan franchise GSC saya langsung tertarik," kenangnya.

Selanjutnya, Hendrapun tidak mau membuang waktu. Semua info tentang GSC dari media massa dia kumpulkan untuk dikliping. Belum puas dengan semua informasi itu, diapun langsung mendatangi kantor pusat GSC di Palembang untuk sekedar memastikan. Dirinya semakin yakin setelah mendengar semua konsep usaha yang disampaikan pihak manajemen franchise GSC.

Diakui Hendra, dirinya sangat tertarik dengan bisnis franchise. Lantaran sistem dan manajemennya sudah jadi. Namun, dirinya tidak mempunyai dana yang cukup untuk membeli franchise harga merek ternama di Palembang tersebut. Meskipun demikian, suami Yuyun ini tidak patah semangat. Hendrapun bergegas mencari penanam saham yang mau diajak kerjasama untuk membeli bisnis franchise tersebut. Saya yakin dengan usaha waralaba ini. Karena sistem dan manajemennya sudah ada, jadi tinggal kitanya saja yang menjalankan secara sungguh-sungguh,”kata Ayah tiga anak ini.

Setelah menemukan penyandang saham yang pas untuk diajak kerjasama. Hendra pun menjajakan ide-idenya untuk meyakinkan yang empunya dana. Gayung pun bersambut, sejurus kemudian sang penyandang dana itu pun tertarik dengan konsep dan ide yang ditawarkan Hendra. Tanpa pikir panjang, selama satu minggu berembuk, Hendra dengan penanam saham itu pun menyambangi GSC untuk survei. Beberapa saat kemudian pada Mei 2008 Hendra dipercaya oleh pemegang saham untuk mengurus penuh usaha franchise GSC di Palembang.

Kesempatan tersebut tidak disia-siakan Hendra. Untuk mempromosikan usahanya agar dikenal masyarakat, Hendra pun tidak menunggu bola tapi melakukan berbagai kegiatan promo marketing. “Saat launching kita melakukan diskusi terbuka antar siswa di depan outlet. Kita juga melakukan pawai keliling kota dengan mobil, sebar poster, spanduk, dan sosialisasi kesekolah-sekolah,”jelasnya. ”Apalagi pihak franchisor selalu support kita dari mulai buka. Seperti bimbingan secara kontiniu, SDM, merchandisenya, tekhnikalnya, dan cara menjalankan SOP-nya,” tambahnya.

Alhasil, baru 2 bulan berdiri, usahanya sudah berjalan mulus, investasi sebesar 310 juta yang digelontorkan untuk membeli franchise GSC kini sudah-sudah mencapai BEP operasional. “Outlet kita sekarang sudah mempunyai siswa sebanyak 332. rata-rata omset kita 100 juta perbulan,”terangnya bangga.***

-------------------------------------------------------
kiriman: Drs. Suryadi Prabowo, Surabaya
source: Majalah Franchise


========================================

Are You Ready to Make Money From Home?

Live Your Dream When You Find Out How to Make Money from Home
Tips to Become Successful with a Home Based Business
Sit At Home and Get Paid for Online Survey

The Ultimate Marketing System for Newbies

Get ready, you are about to see--well hear about the Ultimate, true turnkey Marketing System for Newbies. This is what so many have asked for and contuinue looking for. I know that this is exactly what I searched for and believe me, what I needed, when I first got into this fabulous business. OK, so think about this for just a moment . . .now don't get a headache or anything . . .but here are the basics that anyone wanting to do Internet Marketing needs: a list a squeeze page an autoresponder a website one or more viral PDF reorts affiliate programs email promotions the "bribe" for the subscribers a hosting account a domain name oh, and maybe some TRAFFIC I mean if it weren't for that stuff, hell, it would be so easy to set up an online business, well everyone would be doing it! Really looking back, the biggest hurdle and challenges one faces to building a list is figuring out how to set everything up! And before continuing you may be wondering what is all this talk about building a list?

Well,the saying goes like this: the money is in the list! You actually make about $1 afor each subscriber on your list: 1,000 subscribers, you make $,1000, 10,000 subscribers, you make $10,000. If you doubt it, move on and start building your list, you will be so much happier and wealthier. Now you may be saying yea yea I know all that--the problem is in the pain of setting all of this up and getting traffic and starting to make money. That is where the program really comes in handy. It creates a professional squeeze page that can be customized with your name and optin form, automatically; it brands the PDF reports with your affiliate links and delivers them to those on your list, automatically; it generates copy and pase emails with your affiliate links;it even tracks all of your promotions so you will know how you are doing and from where you are making your money.

All in all, it is a great system for the newbie to make money online fast, with little pain and pretty much goes to work for the newbie the minute he "flips the switch"! Well you do need to add the traffic to really make it work. But there is even a report that provides several methods of adding traffic with out ever spending a dime. The best part of the program is its cost, it is less than $1 per day, it is a monthly subscription, leave when you want at $29.95 per month. Biggest drawback, (although may not be huge to the newbie), you are limited to just 2 or 3 products, emails, etc. One sure way to imporve it would be to fix it so that one could add unlimited numbers of products, promotions, email, etc. ***

-----------------------------------------
by Larry Oliver
If you are struggling or just feel you need something to jump start your earning look at
http://larryoliver.net/recommends/AffiliateCashSecrets Oliver has spent nearly 20 years in corporate marketing and sales for 3 NYSE companies.
Visit him at: http://larryoliver.net email him larry@larryoliver.net


======================================

Modular Homes Finest Quality

Manufacturers of modular homes also promise quality at low cost. They have a purchase department to source all their raw materials and fittings. They can guarantee the use of brand name products.

Modular Home Provide Peace Of Mind:
Most modular homes are now built in a modern controlled situation using high quality materials. They are precision engineered for a lifetime of trouble-free structural toughness. Quality control is maintained by constant inspection throughout the construction process. Usually, the manufacturers of this floor plan will have a number of designs in stock. However, if a certain plan that fits one's needs is not available, then they will modify an existing plan to create a custom plan based on sketches and other information given. Modular homes are built off-site in a manufacturing facility and later delivered to their target destination, where they are assembled and crane-set into the desired location.

Modular homes only take a few days or even hours, depending upon size, to get constructed. This makes them a pretty ideal choice for people who are working to move in the soonest possible time they can. Modular homes are also more cost effective than site-built houses since the construction period is faster than site-built homes and the walls and other components are already built and ready for assembly. Modular homes are built in a modern controlled environment using high quality materials. They are precision engineered for a lifetime of trouble-free structural durability. A well-built house is a home that is easier and less costly to maintain.

Additional factory lagging and precision building techniques make the modular residence a super efficient energy conservation home. And of course this cost saving lasts every year you're living in the house. And it helps your resale value too. From the outside your home might look just like a normal house, but after all those years, quality shows through. Modular homes are precision built at the factory and they're built to last. Your home requires less maintenance and your energy bills are lower than your neighbors. When you come to sell your home, you'll be glad it's a modular. ***

------------------------------------------------
by Wade Robins
You can also find more info on Modular Home Builder and Modular Home Kit. 1modularhomes.com is a comprehensive resource to get information about Modular Homes.


=========================================

Online Money Making Methods Exposed...For YOU!

Have you heard that Job Crusher, by Mike Filsaime, is rocking the internet marketing community?
It's no wonder, Eric Louviere and Mike Filsaime give you Multi-Million dollar insights and professional coaching.
What makes Job Crusher unique is Mike and Eric focus on "high touch" along with "high tech" for the community. You can participate in the Community groups through Masterminding or start one of your own.

This is a crucial part of Job Crusher. The Job Crusher staff will reveal money making secrets, a fast track to $4,000 per month and beyond as well as live, interactive coaching sessions thus making this a vibrant community.
Here's what a well known Job Crusher member had to say recently:

Howdy everyone,
Job Crusher is the real deal!
The Job Crusher Community leaves nothing out. Also, I've met Eric in the flesh and he wants his members to succeed.
If you have questions there is a awesome private forum for Job Crushers to get answers! Here is what's great:
You post a question in the forum and 99% of the time it gets answered within 24 hours. Talk about customer service! You can't buy this kind of tech support at this price let alone all the coaching and mentoring that goes along with it.
If that is not enough for you, Eric is trimming down his very lucrative copywriting business to teach Job Crushers the real ropes through his "Look Over My Shoulder" program.
In my humble opinion, MENTORING is your ticket to success in this business. Cancel a couple of your existing membership sites and get yourself signed up into Job Crusher.

You won't regret it when you do!
-Dennis Muller
You too can get into this friendly, interactive and value filled community and achieve your own great success.
Right now you can discover for yourself the excitement that is going on inside Job Crusher!

To Your Success,

P. J. Whitson

-----------------------------------------------------------------
by Patrick Whitson
Discover what it REALLY takes to build your OWN successful online business with Mike Filsaime's amazing new Job Crusher program. Million-Dollar secrets are being revealed inside right now!

Read More...... [+/-]

| Harga | Bisnis Raksasa Salon Kecantikan


Bisnis Raksasa Salon Kecantikan
(Harga Online) - PUSAT perbelanjaan atau mal-mal menjadi pilihan mengembangkan bisnis salon kecantikan. Setidaknya, demikian bagi Johnny Andrean, Yoppie Andrean, Rudi Hadisuwarno, dan Suhendro Adikoro. Bagi para pengusaha yang telah mempunyai belasan hingga ratusan cabang salon ini, mal adalah ladang bisnis yang sangat menjanjikan.

Meski demikian, ketatnya persaingan di bisnis perawatan kecantikan ini memaksa para pelakunya menerapkan strategi baru untuk terus mengembangkan usahanya atau sekadar mempertahankan yang sudah ada. Masing-masing pengusaha berusaha menerapkan kiat-kiat khusus menjaring pelanggan. Tantangan terberat, mereka pun harus berusaha menekan harga tetapi tetap mempertahankan mutu pelayanan. Pilihan mengembangkan usaha dengan sistem waralaba (franchise) dan joint partner diterapkan sejak tahun 1990-an.

Hasilnya sangat memuaskan. Selain menambah keuntungan bersih perusahaan dengan bertambah banyaknya cabang, pengembangan usaha melalui waralaba dan joint partner ini bisa dikatakan sukses. Terbukti, dengan mampu memperkuat nama masing-masing sebagai pusat pelayanan perawatan rambut terkemuka.

Johnny Andrean yang merintis salon pertamanya di tahun 1978, saat ini telah mengembangkan 163 cabang salon dengan merek (brand) namanya di seluruh Indonesia. Sebanyak 50 persen dari seluruh cabangnya itu dikelola melalui kerja sama dengan investor. Investor tersebut berfungsi sebagai penyedia modal, tetapi tidak bertanggung jawab terhadap pengelolaan usaha.

Seluruh manajemen dari cabang-cabang salon menjadi kewenangan kantor pusat bisnis Johnny Andrean. Cabang salon Johnny Andrean tidak hanya di kota-kota besar, melainkan di beberapa kota menengah dan kecil, seperti Cirebon, Surakarta, dan Sidoarjo. Di samping salon, Johnny Andrean juga membuka 37 sekolah dan pusat pelatihan keterampilan gunting rambut.

Sementara itu, Salon Rudy Hadisuwarno mengembangkan sistem waralaba. Sebanyak 80 persen dari seluruh salon milik penata rambut Rudy Hadisuwarno dikembangkan dengan sistem waralaba. Mengenai lokasinya, 60 persen di mal atau pusat pertokoan, dan selebihnya di ruko atau perumahan. Saat ini, Rudy mempunyai sekitar 130 cabang di Indonesia, terbagi atas beberapa nama sesuai dengan segmen pelanggan.

Hadisuwarno Salon, misalnya, ditujukan bagi masyarakat dari kalangan ekonomi atas. "Segmen pelanggan dari salon ini umumnya berusia 35 tahun ke atas dan mapan dari segi keuangan," kata Rudy.

Untuk pengunjung dari kalangan menengah ke atas, Rudy menyediakan Rudy Salon. Ada pula Brown Salon dengan segmen pengunjung khusus remaja berusia antara 13 hingga 30 tahun. Selain itu, tersedia pula Rudy Hadisuwarno Training Center. Menurut Rudy, salon ini ditujukan bagi masyarakat dari kalangan bawah. Pasalnya, salon ini didirikan sebagai sarana pendidikan keterampilan bagi sejumlah siswa.
"Pengunjung yang datang ke salon ini umumnya tidak berharap terlalu banyak karena penata rambutnya merupakan siswa yang masih dalam taraf belajar," katanya.

Perbedaan salon-salon tersebut terletak pada lokasi, harga, interior ruangan, peralatan salon, hingga pengalaman kerja para karyawan. Rudy mengatakan, salon untuk pelanggan dari kalangan atas umumnya memiliki fasilitas atau pelayanan yang semakin baik.

Rudy juga memperluas segmen pelanggan hingga ke anak-anak. Saat ini, ia memiliki dua jenis salon untuk anak-anak, yaitu KiddyCuts dan FunCut. Pelanggan KiddyCuts umumnya berasal dari kalangan kelas atas, sedangkan FunCut memiliki pelanggan dari kalangan menengah.

Yopie salon mengembangkan bisnis perawatan rambut sejak tahun 1996. Hingga saat ini, Yopie Salon memiliki sekitar 90 cabang di Indonesia, meliputi Yopie Salon Kawula Muda, Yopie Salon Profesional, dan Yopie Salon Training Center. Manajer Yopie Salon Ivan Yauhanes mengatakan, pelanggan Yopie Salon dan Yopie Salon Profesional meliputi kelas menengah atas. Berbeda halnya dengan Yopie Salon Training Center. Pusat pelatihan ini bertujuan menjaring pelanggan dari kalangan menengah ke bawah.

"Yopie Salon Training Center didirikan sebagai ajang belajar para siswa untuk menjadi tenaga yang terampil. Dengan demikian, tarif umumnya lebih murah," jelasnya.

Perbedaan lainnya terlihat dari produk yang digunakan. Yopie Salon Training Center menggunakan produk lokal, sementara Yopie Salon dan Yopie Salon Profesional menggunakan produk impor dari Taiwan. "Para siswa dibimbing oleh pengajar. Apabila terjadi kesalahan fatal dalam tata rambut, kompensasi berupa perbaikan tata rambut dari pengajar," katanya. Adapun waralaba Yopie Salon mencapai 55 persen dari jumlah salon. Dari jumlah tersebut, sebanyak lima salon berada di ruko, selebihnya berada di mal atau pusat perbelanjaan.

Di samping tiga salon di atas, Salon Lutuye juga sukses melebarkan bisnisnya melalui waralaba. Salon yang berdiri pada 20 Oktober 1997 itu sudah memiliki belasan salon yang tersebar di Jabotabek.

Lutuye yang mempunyai moto Gaya, Gaul, Global ini dikenal piawai dalam hal pewarnaan rambut. Menurut Manajer Unit di Tebet, Raja Khairi, tahun ini Lutuye mengandalkan pewarnaan rambut highlight merah marun. Sasaran Lutuye bukan hanya remaja, tetapi eksekutif muda, baik pria dan wanita, hingga ibu-ibu muda.

MENURUT General Manager Salon Johnny Andrean Yenny Ingkiriwang, dibutuhkan dana minimal sebesar Rp 150 juta hingga Rp 200 juta sebagai modal awal bagi peminat yang ingin bergabung sebagai joint partner. Investor umumnya menawarkan tempat kepada manajemen Johnny Andrean. Apabila terjadi kecocokan di antara keduanya, kerja sama terus berlanjut dengan pembukaan outlet baru Salon Johnny Andrean.

Pemasukan tambahan bagi pihak manajemen Johnny Andrean berupa pembagian keuntungan sebesar 50 persen dari total keuntungan outlet. Yenny menambahkan, ada komitmen yang disepakati bersama dari kedua belah pihak. Pertama, mereka harus satu misi dan visi dengan perusahaan induk. Kedua, mereka bersedia menerima persyaratan yang telah ditentukan manajemen Johnny Andrean. Misalnya saja, setiap salon Johnny Andrean harus memakai produk dan peralatan sesuai standar.

Dalam sistem waralaba Rudy Hadisuwarno, pemilik salon waralaba bertindak sebagai pemberi modal atau investor. Pemilik dapat pula menentukan lokasi salon. Sedangkan mengenai pengelolaan salon, tetap menjadi kewenangan manajemen Rudy Hadisuwarno. Untuk bisa bergabung menjadi partner Rudy dibutuhkan modal awal antara Rp 250 juta hingga Rp 500 juta sesuai jenis salon yang didirikan.

Berbeda dengan Rudy dan Andrean, Yopie Salon mewajibkan pemilik waralaba membayar royalti antara Rp 125 juta hingga Rp 150 juta kepada Yopie Salon. "Pembayaran ini disesuaikan dengan lokasi dan luasnya tempat yang dipergunakan," kata Ivan.

Setelah membayar royalti merek dagang untuk jangka lima tahun itu, Yopie Salon menyediakan seluruh peralatan dan interior ruangan salon. Akan tetapi, manajemen dikelola sepenuhnya oleh Yopie Salon. Adapun produk-produk perawatan di salon dibiayai secara bersama antara pemilik dengan Yopie Salon. Keuntungan salon waralaba dibagikan setiap bulan. Menurut Ivan, keuntungan berkisar antara 10 hingga 20 persen dari total pendapatan. Setiap bulan, Yopie Salon juga melaporkan kepada pemilik mengenai jumlah tamu, jumlah perawatan, serta jumlah pendapatan. Bagi hasil keuntungan yang diterapkan adalah 50:50.

Eveline Adutae, salah satu pemilik cabang Salon Lutuye, mengaku tertarik dengan sistem waralaba karena keinginannya mempunyai salon sendiri. Setelah mendapatkan gelar sarjana hukum, Eveline memperdalam hobinya di bidang perawatan rambut dan kulit. "Dari hasil cari sana-sini, akhirnya, saya memutuskan untuk memilih Lutuye saja," katanya.

Ibu berusia 41 tahun ini merasa senang. Alasannya, ia masih diberi kebebasan mengembangkan bisnis salon ini. "Saya senang karena masih diberi kebebasan memilih produk pendamping dan tambahan pelayanan, seperti lulur dan refleksi," ungkapnya.

Meskipun diberi kebebasan, ia mengaku tidak mau kebablasan. Ia pun masih memakai tenaga terlatih dari Lutuye. Berdirinya salon impian Eveline itu menghabiskan dana sekitar Rp 240 juta. Dana itu digunakan sekitar Rp 107 juta untuk pengurusan izin yang dibayarkan pada Lutuye. Sementara sisanya, untuk dana pembelian alat-alat salon sesuai standar Salon Lutuye.

Pemberlakuan royalti sebesar tujuh persen yang harus dibayarkan Eveline kepada pihak manajemen pusat Lutuye berlaku pada bulan ketujuh nanti. "Bulan Mei nanti baru saya akan bayar. Itu pun kalau pendapatan setiap bulannya mampu mencapai Rp 45 juta," kata Eveline. Ketika pendapatan setiap bulannya tidak mampu mencapai Rp 45 juta, maka tak perlu dipotong tujuh persen," katanya.

DI tahun 2004 ini, Yenny mengatakan tidak mempunyai target khusus mengenai perkembangan bisnis salon yang dikelolanya. "Saat ini kami lebih memilih diam dan melihat situasi bisnis salon yang ada saja. Terus terang, sejak krisis moneter tahun 1997-1998, keuntungan bisnis kami menurun tajam. Kami sudah sangat beruntung tetap dapat mempertahankan keberadaan seluruh outlet dan semua karyawan kami," katanya.

Rata-rata di setiap outlet terdapat 10-15 karyawan, termasuk penata rambut (stylist). Saat ini, jumlah pengunjung minimal 50 orang per hari masih dapat dipertahankan di seluruh outlet. Tahun-tahun mendatang, manajemen Johnny Andrean baru akan merencanakan lebih lanjut tentang pengembangan bisnisnya berdasarkan hasil pengamatan di tahun ini.

Yopie Salon juga tidak memiliki target tertentu untuk mendirikan waralaba di tahun ini. Sebab, Yopie Salon tidak ingin mengambil risiko waralaba yang didirikan tidak berhasil atau tidak produktif. "Kami perlu menjaga citra salon. Dengan demikian, pendirian waralaba melalui seleksi yang ketat," kata Ivan.

Sementara itu, Rudy Hadisuwarno menargetkan pendirian 10 cabang setiap tahun. Adapun para pegawai umumnya dari pusat pelatihan maupun sekolah-sekolah milik Rudy. Meski demikian, baik Rudy, Johnny, maupun Yopie tidak memastikan seluruh siswa yang belajar di sekolah-sekolah tersebut dapat langsung direkrut menjadi pegawai. "Kami tidak menjamin semua siswa yang belajar dapat direkrut. Akan tetapi, mereka yang berprestasi dapat langsung kami rekrut," kata Rudy.

Eveline menambahkan, bisnis salon ini tidak ada matinya. "Sekarang ini kebutuhan salon sudah bukan monopoli wanita. Buktinya, pria dan anak-anak justru sudah mulai merawat diri di salon," tambah Eveline.

Menurut ibu yang juga bekerja di salah satu kantor pemerintah ini, meski salonnya baru dibuka tiga bulan lalu, pendapatannya sudah cukup lumayan. Setidaknya, 10 karyawan yang bekerja di salonnya mendapatkan gaji penuh. (K03/K05/K08)

----------------------------------------
Source: Kompas

Read More...... [+/-]

Harga | Buy and Sell

harga advertisement